Minggu, 22 November 2015

Empat Hal Penyebab Kegagalan Pebisnis

Facebook

Cari orang, tempat, dan lainnya
Cari orang, tempat, dan lainnya
AzisBeranda20+
Permintaan pertemanan
Pesan
Pemberitahuan
Pintasan Privasi
Pengaturan Akun
Empat Hal Penyebab Kegagalan Pebisnis
14 April 2011 pukul 16:11
Tangerang, 9/04/2011. Setelah banyak muncul pertanyaan tentang mengapa IIBF tidak ada di Jakarta, Sabtu pagi tim engine IIBF Jakarta Raya menggelar Pengajian Bisnis Akbar di Ballroom Great Western Building, Tangerang.   Lebih dari 600 orang hadir di Pengajian Bisnis yang menampilkan Presiden IIBF, Heppy Trenggono dan  H. Alay dari TDA sebagai pembicara. Tim engine IIBF yang memprakrasai acara ini adalah mereka yang selama ini pernah mengikuti acara-acara IIBF di daerah-daerah.  “Kita ini rata-rata adalah alumni dari workshop atau kegiatan IIBF di daerah lain,” kata Basuki Widodo. Basuki Widodo sudah mengikuti berbagai kegiatan IIBF di beberapa kota. Pengusaha engineering dengan spesifikasi cutting logam ini ini juga adalah seorang coach IIBF yang hanya menunggu sertifikasi dari IIBF Pusat. Keinginan menghadirkan IIBF di sekitar Jabodetabek  sudah terpendam lama.  “Seiring dengan perjalanan waktu semakin banyak teman-teman Jabodetabek  yang telah bergabung di IIBF dan sekarang kami menganggap saatnya untuk menghadirkan IIBF di sini,” ungkap Basuki.

Melihat antusiasme peserta, Basuki dan timnya mengaku surprise karena acara itu hanya dipersiapkan selama seminggu,   undangan dan informasipun hanya disampaikan via sms dan email. “Thema dan pembicaranya yang menjadi daya tarik acara ini,” kata Basuki menilai. Tim mengambil thema “Rahasia Bisnis Tanpa Hutang”. Menurut Basuki thema ini adalah thema yang melawan arus karena banyak training atau workshop yang menganjur orang untuk berhutang, bahkan menggunakan kartu kredit sebagai cara untuk mendapatkan modal. “Sebuah cara yang sangat diharamkan di IIBF,” kata Basuki mengomentari kartu kredit. Basuki yang selalu ikut dalam kegiatan IIBF ini sudah sangat fasih berbicara tentang materi hutang. Pengetahuan dan skill yang dia dapatkan di IIBF digunakan untuk mengcoach perusahaan sendiri.  Delapan bulan memperbaiki perusahaannya, Basuki mampu menaikkan omzet dari rata-rata Rp. 25 juta menjadi Rp. 250 juta per bulan. Sedangkan pembicaranya menurut Basuki , adalah dua orang yang dikenal sebagai pemain atau pebisnis yang sudah jatuh bangun dalam berbisnis. H. Alay dikenal sebagai pebisnis property dan garmen yang selalu berpihak kepada pengusaha kecil dengan mendirikan ruko-ruko yang dijual atau disewakan dengan harga terjangkau. Beliau juga dikenal sebagai Ketua Dewan Pembina komunitas TDA (Tangan Di Atas) yang memiliki ribuan anggota. Sedangkan Ir. Heppy Trenggono M.Komp, dikenal dengan kebangkitannya dari lilitan hutang Rp. 62 miliar dalam waktu kurang dari 3  tahun  dan sukses membangun bisnis dengan total asset Rp. 4 Triliyun. Kesulitannya dulu telah membuatnya berkeliling dunia mencari guru dan mentor bisnis. Dan kini dia berbagi ilmu dan ketrampilan bisnis dengan semua pengusaha yang memerlukannya. “Makanya kita tidak sungkan mengundang Pak Heppy kemanapun karena beliau selalu semangat dan panitia tidak diminta untuk menyiapkan akomodasi dan transport. Pak Heppy membiayai diri dan timnya sendiri,”  ungkap Basuki.

Pada sesi pertama pengajian, H. Alay menyampaikan  materi  tentang spiritual entrepreneurship.  Pengusaha yang bangkrut menurut H. Alay adalah mereka yang tidak mengikuti aturan Allah dan RosulNya. “Lihat saja di lingkungan kita masing-masing, mereka yang bangkrut itu adalah mereka yang tidak taat dengan ajaran dan melakukan pelanggaran,” kata H. Alay. Bisnis, lanjutnya, sama dengan tubuh kita, yang akan menderita sakit jika dimasukkan barang atau makanan yang tidak sehat. Maka hidup sukses itu adalah hidup yang kembali kepada ajaran.

Pada sesi kedua, dibuka dengan video perjalanan seorang Heppy Trenggono dalam membangun bisnis dan kehidupannya. Video berakhir, Heppy kemudian mengulas singkat perjalanan hidupnya yang berujung pada kejatuhannya dalam lilitan hutang. “Banyak orang bertanya kepada saya, Pak Heppy, bapak kan pintar kok jatuh juga? Saya jawab, ya, saya jatuh karena saya kira saya pintar itu,”  ungkap Heppy. Pada bagian lain Heppy mennyampaikan 4 hal yang menyebabkan pebisnis gagal . Pertama, Tidak memahami bisnis. Bisnis dijalankan hanya dengan cara nekad dan tidak menggunakan ilmu dan ketrampilan bisnis. Tidak fluent dalam bahasa bisnis dan juga tidak memliki kompetensi secara financial. Kedua, berbisnis dengan emosional. Tidak sedikit orang yang jatuh dalam bisnisnya karena selalu mengambil keputusan dengan emosi. “Business is intellectual sport, it isn’t emosional sport,” kata Heppy. Ketiga, Tidak memahami tentang cara membangun kekayaan. Bisnis adalah cara untuk membangun kekayaan tetapi banyak orang yang berbisnis justru mendapat masalah  dan jatuh dalam kemiskinan. “Orang yang tidak sadar membangun kekayaan kemungkinan besar secara tidak sadar membangun kekayaan,” ungkap Heppy. Bisnis sering dianggap sebagai job. Padahal bisnis adalah cara yang ditempuh seseorang untuk membuatnya lebih kaya.  Keempat, tidak memahami ilmu hutang. Banyak pebisnis yang jatuh dalam lilitan hutang karena tidak memiliki ilmu tentang hutang. Mengambil hutang yang salah, berhutang dengan cara yang keliru, berhutang pada waktu yang tidak pas dan lain-lain.  “Hutang itu seharusnya menjadi leverage yang akan membuat bisnis kita akan berkembang, tetapi jika keliru maka hutang akan membuat masalah semakin dalam,” kata Heppy.

Pengajian bisnis ini dijadwalkan akan berakhir menjelang Zuhur, namun karena banyaknya pertanyaan terpaksa dilanjutkan setelah sholat Zuhur. Itupun banyak peserta yang mau bertanya terpaksa tidak mendapat kesempatan karena waktu yang sangat terbatas. Pada 20 menit terakhir Heppy Trenggono menjelaskan tentang Beli Indonesia.  Dan pengajian ini diadakan oleh tim engine IIBF Jakarta sebagai pembukaan rangkaian pendirian IIBF Jakarta Raya. (AA)


SukaKomentariBagikan
193 orang menyukai ini.
3 kali dibagikan
Komentar
Agus Muhadi
Agus Muhadi Hanya satu hal saya kira, kurang laku barang/jasa yang ditawarkan
14 April 2011 pukul 16:15 · Suka
Miftakhul Huda
Miftakhul Huda ASS.......Pak heppy d P. ALAY ..........kapan nich ke kota magelang ,JATENG............kami pebisnis butuh bimbingan anda..............? call me :08156854845............luar biasa SUPPORTNYA..........WASALAM
14 April 2011 pukul 16:29 · Suka
Risa Ibrahim
Risa Ibrahim IIBF kok ga ada di balikpapan ya......aq mau dong ikutan
14 April 2011 pukul 16:33 · Suka · 1
Winarno Yamada
Winarno Yamada love n piss jayalah indONEsiaku
14 April 2011 pukul 16:36 · Suka
Anna Hardjopranoto
Anna Hardjopranoto ada saran dr sya Pak Heppy, apa tdk sebaik'y bapak mencba menuliskan smua apa yg bpak ketahui ttg bisnis dn menerbitkan bku itu untuk kami bca.
Andai bpak tuangkn dlm tulisan saya yakin akn bnyk pembeli krna fans bpk yg bgitu bnyk.
...Lihat Selengkapnya
14 April 2011 pukul 16:42 · Suka · 7
Imen Tanjung
Imen Tanjung suatu keharusan kalau kita cinta indonesia...
14 April 2011 pukul 16:43 · Suka
Demi Yogaswara
Demi Yogaswara ttp semangat yaaa
14 April 2011 pukul 16:46 · Suka
Khamshe Jopak
Khamshe Jopak mohon infonya pak kalau ada acara lagi. mau belajar tentang mengelola hutang. krn saat ini saya sedang mengelola hutang dari coca cola(dimodalin sbg partner coca cola), kondisinya 'bertahan hidup'. terima kasih.
14 April 2011 pukul 16:56 · Suka · 1
Nur Indah Sriwahyuni
Nur Indah Sriwahyuni ijin share
14 April 2011 pukul 17:21 · Suka
Tetta Sido'
Tetta Sido' klo sudah dipahami semua lantas blm alias gagal gimana nehhh
14 April 2011 pukul 18:07 · Suka
Dedy Tjaniago
Dedy Tjaniago kira2 solusinya apa mas heppy
14 April 2011 pukul 18:13 · Suka
Rusli Agani
Rusli Agani sy stj..berbisnis krn Allah
14 April 2011 pukul 18:32 · Suka
Lusi Ana
Lusi Ana mksh ats infony pak,gmn klo dibkin bukuny pak??
14 April 2011 pukul 19:07 · Suka
Arjuna Ireng
Arjuna Ireng iya nich pa terkdg sy suka aral krn usaha yg sy rintis 12 thn hancur dlm sekejam,tuk membangunya kmbl skrg ini udh hilang smangat....mhn wejanganya ap yg mst sy perbuat....?tq
14 April 2011 pukul 19:22 · Suka
Maryokobudi Santoso
Maryokobudi Santoso Sip..exelent
14 April 2011 pukul 19:23 · Suka
Agoes Wahyudie
Agoes Wahyudie Bgmn.pk Mencri Propek itu trus dilanjut k bisnis.dan Ap Modal dulu Ap di wacanakan dulu..soalnya sy bingung Bisnis Ap d lingkungan Perumahan
14 April 2011 pukul 19:26 · Suka
Joko Nugroho
Joko Nugroho Butuh solusi Bang Heppy. Sy punya bisnis tapi kecil. Mungkin krn nggak fokus krn sy masih ada job sbg Aircraft Engineer di Garuda Indonesia. Minta solusi dong...dari adik kelas di SMP Bawang. Suwun.
14 April 2011 pukul 19:56 · Suka
Winkie Bee
Winkie Bee izin share ya Pak...
14 April 2011 pukul 20:00 · Suka
Anjal Raya
Anjal Raya hutang menimbulkan kehinaan di siang hari dan kesedihan dimalam hari....
14 April 2011 pukul 20:12 · Suka · 1
Rawan Udi Purwito
Rawan Udi Purwito Bukan HUTANGnya yg menimbulkan kehinaan maupun kesedihan tapi Manajemen Hutang yg Salah shg menimbulkan kehinaan an kesedihan
14 April 2011 pukul 20:24 · Suka · 3
Dedi Suhrowardi
Dedi Suhrowardi HUTANG MEMBUAT JADI SENGSARA
14 April 2011 pukul 22:17 · Suka · 1
Anjal Raya
Anjal Raya berhutang memang salah satu pintu rejeki...ttpi hutang ttap akan membuat masalah...skrng hampir seluruh WNI memiliki hutang...dinegri Indonesia ini siapa yg tidak SALAH ???
14 April 2011 pukul 22:31 · Suka · 1
Saiful Amri
Saiful Amri Bpk HEPPY TRENGGONO , izin share..dan terima kasih atas pencerahannya, salam.
14 April 2011 pukul 23:39 · Suka
Mas Nanang
Mas Nanang suka .... tapi insyaallah saya berkembang karena saya berhutang.
15 April 2011 pukul 3:20 · Suka · 1
Dakhlis Chaniago
Dakhlis Chaniago Terima kasih atas uraian nya Pak Heppy,saya juga setuju klu Bpk manerbitkan buku.
15 April 2011 pukul 5:52 · Suka · 1
Fikri Aditya
Fikri Aditya bisnis tanpa hutang,kpn jdi buku nih
15 April 2011 pukul 16:46 · Suka · 1
Lasi Widarto
Lasi Widarto bingung, jadi hutang gak ya ...
15 April 2011 pukul 16:53 · Suka · 1
Cici Syafa
Cici Syafa hutang tapi jangan yang pake riba ya...
16 April 2011 pukul 3:22 · Suka · 1
Syamsul Arifin
Syamsul Arifin KL BS CARI INVESTOR AJA
16 April 2011 pukul 8:17 · Suka
Muslimin Moes
Muslimin Moes cinta produk dalam negeri,,semoga bukan sekedar ucapan,,lanjutkan pak.
16 April 2011 pukul 9:48 · Suka
Iwan Permadi
Iwan Permadi Cara gila jadi pengusaha itu judul buku yang terlalu mengada-ada, kalau jadi pengusaha harus waras karena selain ingin mendapatkan keuntungan yang halal, juga mesti membayar hak orang lain dan gaji karyawan. Kalau jadi pengusahan dengan cara gila, apa masih inget orang lain????
18 April 2011 pukul 17:30 · Suka · 1
Mamay Albany
Mamay Albany Mohon Pak Heppy,agar pngalaman hidupnya dijadikan Buku/Biografi,sbg sarana berbagi ilmu yg brmnfaat,,terima kasih Pak smile emotikon
18 April 2011 pukul 17:58 · Suka · 1
Ki Nurcahya
Ki Nurcahya siapa yang mau beli bukuku "cara mendapat uang?"
22 April 2011 pukul 22:47 · Suka · 1
Marsanto Binkartoyo
Marsanto Binkartoyo Apa pak Heppy mau jadi investor?saya mau buat product makanan Permen,Susu Sereal,Kopi danlainya.trimakasih.
24 April 2011 pukul 21:08 · Suka · 1
Marlis H Afridah
Marlis H Afridah Lanjutkan pak! smile emotikon
26 April 2011 pukul 16:06 · Suka
Agus Daruliman
Agus Daruliman pingin mendapatkan pembelajaran sukses tanpa hutang yang berhubungan dengan jalur riba, subhat dan yang sejenisnya...
24 September 2011 pukul 21:07 · Suka
Yaya Mulyasari
Yaya Mulyasari Like this smile emotikon
Lihat Terjemahan
25 Juli 2013 pukul 22:46 · Suka
Usman Alfarisi
Usman Alfarisi ijin share
Lihat Terjemahan
19 November 2013 pukul 18:31 · Suka
Siswanto
Siswanto tulisan bermanfaat
22 Desember 2013 pukul 14:25 · Suka
Dedijaz Bro
Dedijaz Bro Ijin share..tq
Lihat Terjemahan
8 Juni 2014 pukul 3:45 · Suka
Shohib Mahrus
Shohib Mahrus Pngen mndpt pembelajaran bebas dari hutang bak
12 Januari pukul 5:23 · Suka
Azis Marwiyono

Tulis komentar...
Foto HEPPY TRENGGONO.

HEPPY TRENGGONO
Catatan oleh HEPPY TRENGGONO
Semua Catatan
Dapatkan Catatan melalui RSS
Sisipkan Kiriman
Laporkan
ORANG YANG MUNGKIN ANDA KENALLihat Semua
ORANG YANG MUNGKIN ANDA KENAL

Sherly Ike
11 teman yang sama
Tambahkan Teman
Tentang Buat Iklan Buat Halaman Pengembang Karier Privasi Kuki Pilihan Iklan Ketentuan Bantuan
Pengaturan Log Aktivitas
Facebook © 2015
Bahasa Indonesia
Obrolan (81)


0 komentar:

Poskan Komentar