Selasa, 29 September 2015

Entrepreneur, Dilahirkan atau Dibuat?

Entrepreneur, Dilahirkan atau Dibuat?
JANUARY 5TH  BY CHIENUE
Oleh Ir. H. Heppy Trenggono, M.Kom. [President Director United Balimuda]
Bulan juni lalu, ketika melakukan sosialisasi dalam rangka launching IIBF (Indonesia Islamic Business Forum) dengan beberapa pengusaha di Cirebon, seseorang bertanya kepada saya, “Pak Heppy, Entrepreneur sebenarnya dilahirkan atau dibuat pak?”, barangkali pertanyaan berikut juga senada dengan pertanyaan pertama tadi, mengapa hanya kebanyakan orang dari kalangan pedagang yang sukses menjadi pedagang? Mengapa hanya kebanyakan orang padang yang sukses membuka restoran padang? Mengapa hanya kebanyakan orang Pekalongan yang sukses berjualan batik?
Mereka anak-anak pemilik rumah makan padang memiliki peluang sukses jauh lebih besar daripada yang bukan dari kalangan pemilik rumah makan padang, karena disadari atau tidak sebenarnya mereka memiliki mentor-mentor yang mengajarkan cara berbisnis kepada mereka, tentang bagaimana menemukan resep, mangelola makanan agar tidak rusak, memperlakukan pegawai, mencari bahan-bahan, mencari modal dan sebagainya tanpa harus melalui proses trial and error yang panjang dan membuat frustasi. Dengan kata lain mentor – mentor yang ada di sekeliling mereka mengajarkan rahasia sukses dalam membangun bisnis mereka.
Dunia bisnis selalu menyimpan banyak rahasia dan misteri, tidak heran 80% diantaranya tutup pada usia kurang dari 5 tahun, dan 15% tutup pada usia kurang dari 10 tahun. Sisanya lagi berjalan dengan penderitaan dan hanya sedikit yang benar benar sukses serta berkembang.
Banyak hal yang kita perlu tahu atas hal – hal yang kita belum tahu, dan strategi yang paling efisien adalah menggunakan pengetahuan orang lain untuk menutupi ketidak tahuan kita, yaitu dengan menemukan mentor bisnis.
Mengapa kita membutuhkan mentor bisnis? Karena mereka akan memberikan wawasan kepada kita tentang pengalamannya yang luas. Mereka akan mendeskripsikan ide-ide kita dalam format yang lebih jelas padahal sebelumnya kita berfikir keras dalam waktu lama untuk itu. Mereka akan memberikan pandangannya tentang apa yang kita lakukan sehingga membuat kita lebih yakin dan penuh energi dalam melakukannya. Bagi kita mereka adalah “fasilitas” yang selalu siap menyediakan jawaban atas banyak pertanyaan dan memberikan saran yang kita perlukan, telinga dan mata mereka terhubung dengan industri dan kita mendapatkan keuntungan dari jaringan mereka. Dan yang jelas mereka independen sehingga tidak memiliki konflik kepentingan atas apa yang sedang kita lakukan.
Kebanyakan Entrepreneur sukses menggunakan mentor ketika mereka memulai bisnis dan mengembangkannya. Mereka mencari seseorang yang sebelumnya telah sukses dalam memulai dan menjalankan bisnis mereka sendiri. Mentor ini pada umumnya senang untuk memberikan saran dan bimbingan, sebagian besar orang yang telah sukses dalam membangun bisnis akan merasa tersanjung ketika diminta untuk menceritakan rahasia sukses mereka.
Jadi, mentor bisnis seperti apa yang harus kita cari? Dimana mencarinya? Yang perlu kita cari adalah orang yang sudah terbukti sukses dalam membangun bisnis mereka sendiri, mereka ada disekitar kita, pebisnis sukses yang kita kagumi, dekati mereka dan mereka akan membuka pintunya untuk kita.
Saya sendiri memiliki beberapa mentor bisnis, untuk Consumer Goods saya memiliki mentor bisnis di Jakarta, dia adalah produsen consumer goods yang sangat ternama di negeri ini. Seorang jurnalis membantu mempertemukan saya dengan beliau, pengalamannya sangat panjang, setiap jawaban atas pertanyaan yang beliau berikan kepada saya demikian tajam. Pertemuan makan siang yang saya lalui dua jam bersama beliau memberikan saya pengetahuan yang sangat luas, menghindarkan saya dari banyak kesalahan yang tidak perlu, mengarahkan saya kepada keputusan bisnis yang solid.
Mentor bisnis lain yang saya miliki ada di Texas – Amerika Serikat, dia memiliki 40 bisnis yang semuanya profitable dan berkembang pesat. Bagi saya dia adalah world class business mentor. Saya menyempatkan diri setiap 6 bulan sekali bertemu dengan beliau di tempat dimana beliau tinggal.
Jadi, Entrepreneur, Dilahirkan atau Dibuat?

0 komentar:

Poskan Komentar